Peran pengasuhan, termasuk dalam
menstimulasi bayi melalui aktivitas tumbuh kembang, tak hanya menjadi
milik ibu. Ayah juga punya peran yang sama pentingnya dalam pengasuhan.
Keterlibatan ayah dan ibu dalam berbagai aktivitas tumbuh kembang bayi
punya banyak dampak positif.
Menurut dr Eddy Vadlyana, SpA,
keterlibatan ayah dalam kegiatan yang berkaitan dengan tumbuh kembang
bayi tak hanya menumbuhkan kebersamaan. Hadirnya ayah dan ibu dalam
mengasuh bayi dan mendampingi di setiap aktivitas si kecil juga
menunjukkan konsep keluarga yang utuh.
Untuk membangun
kebersamaan dan membentuk keluarga secara utuh, Anda bisa melakukan
beberapa aktivitas luar ruang bersama. Misalnya, ayah dan ibu mengajak
bayi menggunakan kereta dorong, berjalan santai di pagi hari.
"Cara
ini sehat secara psikologis untuk ayah dan ibu, dan sehat untuk bayi
karena ia terkena sinar matahari pagi yang dibutuhkannya untuk mendukung
pertumbuhannya," jelas dr Eddy saat jumpa pers festival Happynesia dan
pemecahan rekor MURI Parade Kereta Bayi Terbanyak (714) di Parkir Timur
Surabaya (Delta) Plaza, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (27/5/2012).
Dr
Eddy mengatakan pertumbuhan bayi dipengaruhi faktor genetik dan
lingkungan. Faktor lingkungan terdiri dari nutrisi dan stimulasi.
Bagaimana ayah dan ibu memberikan peran optimal dalam memenuhi kebutuhan nutrisi dan stimulasi bayi, akan menentukan tumbuh kembang bayi.
Untuk
faktor nutrisi, ibu bisa memenuhinya dari pemberian ASI terutama ASI
eksklusif selama enam bulan, dengan ayah yang memberikan dukungan secara
psikologis. Stimulasi juga tak kalah penting untuk diperhatikan ayah
juga ibu, agar bayi tak mengalami tumbuh kembang yang lambat. Banyak
kegiatan stimulasi yang bisa dilakukan ayah dan ibu bersama bayinya.
Namun,
yang juga perlu diketahui orangtua adalah persoalan tumbuh kembang bayi
ada kaitannya dengan pola tidur anak. "Hormon pertumbuhan akan optimal
kalau bayi tertidur pulas," jelasnya.
Berbagai kebutuhan bayi,
baik nutrisi maupun stimulasi termasuk memerhatikan pola tidur bayi
inilah yang perlu dipenuhi ayah dan ibu, bersama-sama. Agar semakin
sedikit bayi Indonesia yang mengalami hambatan tumbuh kembang.
Dr
Eddy mengatakan, 20 persen dari populasi anak Indonesia mengalami
hambatan dalam perkembangannya, termasuk berbicara. Empat dari 10 anak
Indonesia juga memiliki perawakan pendek atau sekitar 37 persen. Untuk
menghindari hal ini, ayah dan ibu perlu saling mendukung memenuhi
kebutuhan nutrisi dan stimulasi bayi.
KOMPAS.com -
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment